Sabtu, 26 Maret 2011

MAAF


Ini  tentang perrsahabatan
Disaat merasa gagal sebagai teman
Apalagi yang dapat disampaiakan selain kata Maaf.
Semua tidak seperti dulu
Ketika aku yakin dengan komitmen itu.
Seiring waktu
Sekarang semuanya seperti buram
Semua terasa berbeda.
Tidak ada cerita-cerita yang mengalir lagi
Obrolan pun menjadi kaku
Tawa hampir tidak pernah kita lakukan lagi bersama.
Penolakanku, penolakan kami teman-temanmu
Ingin sekali rasanya mengungkapkan dengan kata-kata
Sepertinya bahasa tubuh ini terlalu kaku
Untuk mengganti lidah yang terlanjur kelu ini



*Ah…
  Ingin rasanya berjalan beriringan seperti dulu lagi
  Sampai masa itu tiba
  Saat Allah memberi kita kejutan
  Kejutan yang indah dengan caraNya

Sabtu, 12 Maret 2011

Sulit, Mudah, RidhaNya

Satu waktu, sudah lama sekali
Seseorang berkata dengan wajah sendu
“alangkah beratnya... alangkah banyak rintangan...
Alangkah berbilang sandungan... alangkah rumitnya.”

Aku bertanya, “lalu?”
Dia menatapku dalam-dalam, lalu menunduk
“apakah sebaiknya kuhentikan saja ikhtiar ini?”

“hanya karena itu kau menyerah kawan?”
Aku bertanya meski tak begitu yakin apakah aku sanggup
Menghadapi selaksa badai ujian dalam ikhtiar seperti dialaminya
“yah... bagaimana lagi? Tidakkah semua hadangan ini pertanda bahwa
Allah tidak meridhainya?”

Aku membersamainya menghela nafas panjang
Lalu bertanya, “andai Muhammad SAW berpikir sebagaimana engkau menalar
Kan adakah islam di muka bumi?”
“maksudmu?”, ia terbelalak

“ya, andai Muhammad berpikir bahwa banyak kesulitan
Berati tak diridhai Allah, bukankah ia akan berhenti di awal-awal risalah?”

Ada banyak titik sepertimu saat ini,
Saat Muhammad bisa mempertimbangkan untuk menghentikan ikhtiar
Mungkin saat dalam rukuknya ia dijerat di bagian leher
Mungkin saat ia sujud lalu kepalanya disiran isi perut unta
Mungkin saat ia bangkit dari duduk lalu dahinya disambar batu
Mungkin saat ia dikatai gila, penyair, dukun, dan tukang sihir
Mungkin saat ia dan keluarga diboikot total di syi’b Abi Thalib
Mungkin saat ia saksikan sahabat-sahabatnya disiksa di depan mata
Atau saat paman terkasih dan istri tersayang berpulang
Atau justru saat dunia ditawarkan padanya; tahta, harta wanita...”

“jika Muhammad berpikir sebagaimana engkau menalar
tidakkah ia punya banyak saat untuk memilih berhenti?
Tapi Muhammas tahu, kawan
Ridha Allah tak terletak pada sulit atau mudahnya
Berat atau ringannya, bahagia atau deritanya
Senyum atau lukanya, tawa atau tangisnya”

“ridha Allah terletak pada
Apakah kita menaatiNya
Dalam menghadapi semua itu
Apakah kita berjalan dengan menjaga perintah dan laranganNya
Dalam semua keadaan dan ikhtiar yang kita lakukan”
Maka selama di situ engkau berjalan
Bersemangatlah kawan...”

# Dalam Dekapan Ukhuwah (Salim A. Fillah)
Sengaja saya tulis ulang sebagai alarm jika sewaktu-waktu kefuturan kembali menghantui diri.
12 Maret. 01:10 am

Lelaki Yang Takut dicintai

Ini salah satu note teman fb saya. Selamat membaca.


Lelaki Yang Takut dicintai

kutanya pada seorang kawan
mengapa mereka yang cantik-tampan cenderung suka berpacaran?
ia tak menjawab, justru memberikan pertanyaan
bukankah engkau tampan, mengapa tak berpacaran?

aku terdiam, bukan karena aku tampan
tapi kau benar-benar buatku tak berkutik
apakah aku rupawan?
sebuah tanya terbetik

apakah kau takut? kejarnya kemudian
ya, aku trauma kawan, kau ingat terakhir kali terjadi?
seorang gadis bertindak gila,
hingga aku terkenal satu sekolahan

apakah dicintai itu sakit? tatap matanya menghunjam
tentu saja tidak, jawabku pelan
lalu kenapa kau takut, bukankah itu menyenangkan?
tanyanya bagai seorang konsultan

aku tak ingin...
kau menatapku penuh perhatian
aku tak ingin mengecewakan
tak berharap mereka mengharapkan


karena, cintaku bukan untuk mereka
ia kan kujaga hanya untuk sang penerima
khusus buat ibu dari calon anak-anakku tercinta
dan ia hanya datang kala saatnya tiba

ia datang pada saat yang sangat tepat
sebuah jalur menuju selamat
jalan yang diridhai oleh sang pemberi rahmat
takkan berbelok dan takkan salah alamat

maka, hingga ia datang
kan kujaga amanah ini dengan pedang
jangan coba-coba di tengah jalan menghadang
karena takkan kubiarkan ia direbut orang

Kau ini,
lelaki yang takut dicintai
Senyum simpulmu tersungging penuh arti


Nb : 100% copas. Sumber asli http://farikhsaba.multiply.com

Selasa, 08 Maret 2011

Wahai Jiwa


Aku kira aku kuat
Ternyata aku tidak lebih dari seseorang yg mudah sekali menumpahkan air mata untuk masalah dunia.
Aku kira aku tegar
Ternyata aku tak lebih dari  hanya mencoba menampakkan ketegaran di depan kalian.
Aku kira senyum di kala ujian datang itu mudah
Tapi ternyata, begitu susah jika aku sedang sendiri.
Ah kenapa engkau begitu rapuh malam ini.
Hapuslah kegelisahanmu, wahai jiwaku!
Dia tidak menunda kecuali ingin menguji ketabahanmu.

# pukul 00.30 WIB. Ingin memejamkan  mata tapi masih harus melanjutkan ketikan yang belum selesai.


Kamis, 24 Februari 2011

Kita Bertanya, Al-Qur’an Menjawabnya


Pertanyaan yang selalu saja ada dibenak fikiran kita kadang membuat kita sering tidak sabar menghadapi hidup ini, diantara pertanyaan-pertanyaan yang selalu muncul dalam kehidupan ini adalah;  KENAPA AKU DIUJI?,  KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?, KENAPA UJIAN SEBERAT INI?, KENAPA SELEMAH INI?, BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?, APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?, KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?,  AKU TAK DAPAT BERTAHAN!!! Dsb..
Lalu apa solusinya? Banyak orang yang menghabiskan uangnya hanya untuk membeli sebuah kebahagiaan, sebuah kebahagian sejatinya tidak akan bisa dibeli kecuali dicari oleh yang menginginkan kebahagiaan. Adapula yang ingin lari dari ujian hidup dengan cara mengakhirinya, seperti yang kita lihat, banyak manusia-manusia yang bunuh diri dengan sia-sia, karena frustasi akibat cinta, kemiskinan, tamak dan gila, nauuzhubillah...dan persoalan-persoalan ini tidak cukup untuk diuraikan oleh lembaran-lembaran kertas dan ukiran pena, Masya Allah...

 Solusinya adalah...


Kembali kepada Al Qur'an, disana ada jawaban dan solusi terbaik dari Sang Pencipta kita, Allah Jalla wa'alaa, Dialah sebaik-baik tempat meminta dan kembali...Subhanallah...

Mari kita mulai untuk mencari jawaban dari persoalan-persoalan kehidupan ini...

Bismillah.....


KITA BERTANYA : KENAPA AKU DIUJI?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," ("I am full of faith to Allah") sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan, sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta." -(QS Al-Ankabut ayat 2-3)

KITA BERTANYA : KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

 "Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." - (QS Al-Baqarah ayat 216)

KITA BERTANYA : KENAPA UJIAN SEBERAT INI?

 AL-QUR'AN MENJAWAB:

 "Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya."- (QS Al-Baqarah ayat 286)

KITA BERTANYA : KENAPA SELEMAH INI?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

 "Jgnlah kamu bersikap lemah, dan jgnlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org2 yg beriman." - (QS Al-Imran ayat 139)

KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

  "Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah (be fearfull of Allah The Almighty) kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan)." - (QS. Al-Imran ayat 200)

KITA BERTANYA LAGI : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk" - (QS Al-Baqarah ayat 45)

KITA BERTANYA : APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

 "Sesungguhnya Allah telah membeli dari org2 mu'min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka... ? - (QS At-Taubah ayat 111)

KITA BERTANYA : KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari Nya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal." - (QS At-Taubah ayat 129)

KITA BERKATA : AKU TAK DAPAT BERTAHAN!!!

AL-QUR'AN MENJAWAB:


 "... ..dan jgnlah kamu berputus asa dr rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dr rahmat Allah melainkan kaum yg kafir." - (QS Yusuf ayat 87)


Kita selalu Bertanya....................dan Al-Quran sudah menjawabnya.................

Sumber: http://arrahmah.com

Selasa, 15 Februari 2011

Allah Sayang Kamu

Wahai orang yang bersedih,ketahuilah bahwa kesedihan itu ada jalan keluarnya.

Bergembiralah dengan kebaikan,karena yang memberi jalan keluar adalah Allah.

Putus asa terkadang bisa membunuh pemiliknya.

Jangan sekali-kali berputus asa,karena yang mencukupi adalah Allah.

Allah menjadikan kemudahan setelah kesulitan.

Jangan sekali-kali berkeluh kesah,karena yang menjadikannya adalah Allah.

Jika engkau diuji, yakinlah kepada Allah dan ridhalah kepada-Nya. Sesungguhnya,yang menghilangkan ujian hanyalah Allah.

Demi Allah, tiada seorang pun yang menolongmu selain atas kehendak dari-Nya.

Oleh karena itu,cukuplah Allah bagimu dalam setiap keadaan.

*Kutipan dari buku “Allah Sayang Kamu", pemberian seorang teman disaat saya dalam keadaan lemah serasa persinggahan saya di dunia ini akan berakhir saat itu juga.