“Bukankah kamu mengetahui bahwa AKU sangat dekat. Lebih dekat dari urat lehermu sendiri.”
Ya, karena itu. Karena begitu dekatnya Engkau denganku, aku ingin selalu mencurahkan isi hatiku (senang, sedih, suka, benci, marah, rindu) kepadaMu.
Kembali merasakan sesuatu yang tidak biasa. Dan lagi-lagi aku tidak ingin menceritakan kepada siapa pun, karena aku kira tidak ada tempat curhat yang lebih baik selain dariNya.
Air mata ini dapat menetes sepuasnya di hadapanMu, karena Engkau tidak akan menyuruhku berhenti dari tangisku seperti yang lainnya.
*Sabtu, 20 Nov ‘10. Pukul 02.45 dini hari*

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus